DEWAN PILAR PERADABAN

DPM FEM IPB 2016/2017

Month: June 2010

MEMINTA BANYAK, TETAPI MEMANTASKAN DIRI BAGI YANG SEDIKIT.

MEMINTA BANYAK, TETAPI MEMANTASKAN DIRI BAGI YANG SEDIKIT.

………..

“Anda tidak mungkin berbahagia,
jika Anda berdoa untuk menerima yang banyak,
tetapi hidup dengan sikap yang memantaskan diri
bagi penghargaan dan bayaran kecil.”

………..

Sahabat saya yang besar impian-impiannya,

Jika Anda mendapati seseorang mengeluhkan rendahnya penghargaan dan bayaran di tempat kerja, yang dipilihnya karena menjanjikan uang pensiun baginya saat dia tua nanti, katakanlah ini kepadanya, seperti Anda sedang menasehati adik yang belum jernih pandangannya mengenai masa depannya sendiri.

“Adikku yang kebahagiaannya adalah tujuan dari pekerjaanku,

Ijinkanlah aku menanyakan ini kepadamu, dan mudah-mudahan dalam upayamu menjawabnya, engkau menemukan jawaban bagi keluhan-keluhanmu selama ini:

Tetapi …,

mengapakah engkau sekarang mengeluhkan kecilnya gajimu dan tak jelasnya masa depanmu di pekerjaan yang kau impikan pensiunnya ini?

Apakah engkau tidak melihat, bahwa harapanmu untuk bergaji apa pun, asal dapat pensiun itu, sudah disepakati oleh Tuhan?

Bukankah engkau yang menginginkan pekerjaan ini, karena engkau tergiur oleh uang pensiun yang akan kau tunggu dalam antrian yang penuh kantuk, mungkin 25 tahun mendatang?

Mengapakah engkau yang masih muda dan bugar
berlomba-lomba untuk bekerja memantaskan diri bagi uang pensiun yang kecil, saat engkau membutuhkan biaya besar bagi perawatan kesehatan dan penyembuhan penyakit-penyakitmu,
saat engkau menjadi pensiunan yang tua?

Apakah yang membuatmu ikhlas berpendapatan kecil, untuk janji bagi uang pensiun yang tidak besar itu, jauuuuuuuh di masa depanmu nanti?

Mengapakah engkau tidak menggunakan kebugaran dan keuletan masa mudamu untuk bekerja keras di tempat-tempat yang menghargai dan membayarmu lebih besar, dan menabung kelebihan pendapatanmu untuk pensiun se-muda mungkin dengan anggun, dan mampu membiayai pemenuhan kehidupanmu dengan selera-selera yang lebih baik?

Mengapakah engkau yang masih muda dan belia berlomba-lomba untuk bekerja memantaskan diri bagi uang pensiun yang kecil?

Apakah jika kehidupanmu bisa di-fast-forward, dimajukan dengan cepat, apakah engkau memilih untuk melewati saja masa mudamu, dan langsung saja menjadi orang tua yang berbinar-binar menantikan tanggal-tanggal kau menerima uang pensiunmu?

Adikku yang jernih pikirannya, dan yang bening hatinya,

Mengapakah aku berbicara kepadamu seperti aku yang ketakutan untuk hidup di dalam kehidupanmu?

Tetapi …,

Mengapakah engkau demikian santai memilihkan jalan hidup yang nanti akan kau keluhkan sepanjang hidupmu?

Ketahuilah ini,

Mereka yang bekerja di tempatmu itu adalah mereka yang tidak menghitung penghargaan dan bayaran yang akan mereka terima.

Mereka bekerja dengan ikhlas untuk kebaikan jiwa-jiwa yang mereka layani.

Sehingga pesan lugas-ku untukmu,

Jika sulit bagimu untuk ikhlas dengan imbalan yang kau terima, lakukanlah sesuatu yang menjadikanmu pantas bagi imbalan yang sesuai dengan keperluanmu untuk membiayai kehidupan yang sesuai dengan selera baik-mu.

Jika engkau tidak memiliki ketegasan untuk itu, damaikanlah dirimu dalam pilihanmu itu … sepanjang hidupmu.”

………..

Share

Resiko adalah ukuran dari kebijakan yang harus kita bangun dalam kecepatan maju kita.

Sahabat saya yang hatinya sama kuatnya dengan siapa pun yang ikhlas menguatkan dirinya,

Ini adalah pengertian yang ingin saya sampaikan kepada Anda, bahwa

Resiko adalah ukuran dari kebijakan yang harus kita bangun dalam kecepatan maju kita.

Resiko bukanlah ancaman yang pasti terjadi, karena hampir semua dari ketakutan-ketakutan dalam kehidupan Anda, tidak pernah betul-betul terjadi.

Apakah ada dari yang Anda takuti jika Anda berhenti bekerja, dan kemudian berbisnis sendiri – yang betul-betul terjadi?

Bagaimana mungkin terjadi? Khan Anda masih berkutat dalam pekerjaan sama yang selama ini Anda keluhkan dan Anda jadikan alasan bagi buruknya temperamen dan tidur Anda?

Dan bagaimana dengan mereka yang berani berhenti bekerja dari perusahaan yang produknya merusak kesehatan, yang membuang limbah ke sungai, merampok hutan, yang menyuap pejabat untuk ijin berbisnis dengan tidak jujur?

Apakah mereka berhenti bekerja, atau berhenti menafkahi diri dan keluarga dengan uang yang dikumpulkan oleh pembayar gajinya dengan cara-cara tidak berkah?

Apakah mereka mengambil resiko, atau mereka berpihak kepada keputusan yang membahagiakan Tuhan?

Apakah kita se-berserah dia kepada Tuhan, dan percaya bahwa akan selalu ada rezeki bagi kita yang setia kepada yang benar?

Apakah ketakutan kita untuk tidak dapat sedikit uang dari pembayar yang tidak amanah itu, memantek kita untuk mengharapkan bayaran dari tempat yang tidak mulia niat-niatnya?

Apakah kita sedang menukarkan Tuhan dengan harga yang rendah?

………..

Maka apa pun yang kita takuti dalam mengambil keputusan yang benar – tidak dapat disebut resiko.

Kesediaan bertindak di hadapan resiko adalah tanda besarnya kemampuan kita untuk berserah kepada Tuhan.

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Mungkin kemudian Anda bertanya,

Bagaimana jika betul-betul ada masalah yang timbul karena kita mengambil keputusan yang tegas untuk mengubah keadaan?

… jika masalah itu betul-betul timbul, bergembiralah, karena itu adalah masalah orang yang sedang dalam perjalanan naik.

Karena, jika keputusan itu tidak Anda ambil, Anda khan masih tetap harus berhadapan dengan masalah Anda sekarang?

Dan bukankah masalah Anda sekarang adalah masalah orang yang bertahan dalam keadaan yang tidak disukainya?

Dan karena Anda tidak bisa menghindari masalah, mengapakah Anda tidak memilih menghadapi masalah yang penyelesaiannya adalah keberhasilan untuk naik kelas?

Apakah yang bisa Anda harapkan dari menyelesaikan masalah di tempat yang tidak memperbaiki kelemahan yang disediakan sebagai kualitas hidup Anda?

… hemm …, kelihatannya Keberanian adalah kehebatan yang terlalu dibesar-besarkan.

Orang yang berpikir logis, dan berpihak kepada yang penting baginya, yang takut menyia-nyiakan hidupnya dengan keluhan berkepanjangan, dan berserah kepada Tuhan dalam mendorong dirinya untuk melakukan yang diketahuinya benar, … sebetulnya orang seperti inilah yang bisa disebut berani.

Keberanian adalah ukuran keberserahan kita kepada Tuhan, dalam melakukan yang kita ketahui benar.

Dan yang ini tak terbantahkan, bahwa

Mengetahui apa yang benar, dan kemudian betul-betul melakukannya, bukanlah untuk setiap orang.

………..

Sahabat saya yang pikirannya logis, dan yang hatinya ikhlas,

Bukankah sering kita temui orang-orang yang berbicara lantang mengenai perubahan, tetapi yang sebetulnya adalah pribadi peragu, yang telah lama membiarkan dirinya merasa berhutang dalam penundaan keputusan yang baik bagi kehidupannya sendiri?

Bukankah sering kita temui orang yang gemar bertengkar dan berani berkelahi sampai mati untuk mempertahankan pendapatnya mengenai hal-hal yang tidak penting, tetapi takut sekali untuk memulai perubahan baik yang ditunggu oleh keluarganya?

Mengapakah ada orang yang demikian gemar bertengkar dan berani berkelahi, tetapi sangat takut untuk menghadapi masalah di jalan kehidupan yang lebih baik?

Memang aneh, tetapi ada orang yang merasa lebih damai bergaul dengan setan yang sudah lama dikenal, daripada malaikat yang baru menjadi tetangga.

………..

… kehidupan, so simple, and yet so complicated.

Kehidupan ini demikian sederhana dan wajar bagi yang mengerti, dan demikian pelik dan sulit bagi yang tidak mengerti.

Dan akan lebih sulit lagi kehidupan ini, bagi orang yang mempersulit dirinya sendiri untuk menerima pengertian baik.

Pengertian adalah ilmunya kehidupan.

Yang mengerti, hidupnya akan baik.
Yang belum mengerti, hidupnya masih membutuhkan perbaikan.

Tetapi, akan selalu ada orang yang tidak mengerti, tetapi yang menganggap orang lain yang tidak mengerti.

Jika dia mendengar nasehat yang tidak sama dengan yang selama ini dimengertinya, dia membantah, dan mencibir dengan mantra pengerdilan kehidupan dirinya sendiri, yaitu

“Memang lidah tak bertulang. Bicaranya sih, gampang, tetapi pelaksanaannya itu khan tidak semudah itu?”

Betul sekali, memang mengatakannya mudah, tetapi melakukannya sulit.

Itu sebabnya orang-orang yang lebih bersungguh-sungguh, lebih berhasil daripada dirinya, karena mereka berhasil melakukan nasehat yang didengarnya itu.

Sedangkan dia memprotes dari keadaan yang lemah, dan tidak berencana untuk mencoba.

Keberhasilan itu ada di alam tindakan, bukan di alam wacana dan diskusi yang jauh dari tindakan.

Yang saya nasehatkan kepada diri saya sendiri, adalah:

“Jika engkau meragukan nasehat yang telah menghebatkan kehidupan orang lain, jangan umumkan kecilnya hatimu dengan mengkritik yang tidak kau mengerti.”

………..

Sahabat saya yang sedang menyesuaikan ukuran dari impian-impiannya dengan kesungguhan dari tindakan-tindakannya,

Ingatlah, bahwa

Seseorang yang takut resiko, akan memperlakukan mobil Formula-1 seperti becak.

Dan dengannya, dia akan memimpin kehidupannya, yang sebetulnya sebanding dengan kehidupan yang telah menjadikan orang-orang besar dalam sejarah itu, seperti sebuah permainan yang bisa diulanginya nanti, jika dia ada waktu.

Jika kita tidak bekerja bersungguh-sungguh dalam melakukan apa pun, kita harus memiliki waktu untuk memperbaiki kerusakan atau rendahnya kualitas hasil dari pekerjaan yang dilakukan dengan setengah hati itu.

Jika kita hidup dengan setengah hati, apakah kita akan memiliki waktu untuk memperbaikinya, saat kita menjadi pribadi tua yang lemah nanti?

Sahabat saya yang tegas hatinya,

Kehidupan ini sedang berlangsung, di sini, dan sekarang.

Kapankah Anda akan betul-betul berada, sadar, dan berperan dalam kehidupan Anda?

Janganlah melamun lagi.

Tetapkanlah pandangan Anda kepada kehidupan.

Inilah kehidupan Anda.

Hiduplah dengan sepenuhnya, agar Tuhan memenuhkan kehidupan ini bagi Anda.

………..

Sahabat Indonesia yang super,

Jika saya teruskan, mungkin masih ada kira-kira sepuluh kali panjangnya tulisan mengenai resiko yang ada pada draft saya – dari yang bisa saya sampaikan hari ini untuk penikmatan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling memuliakan ini.

Tetapi, saya khawatir untuk meminta waktu Anda – terlalu banyak.

Mudah-mudahan dengan sedikit waktu yang kita sediakan untuk meluruskan logika kehidupan ini, kita menjadi pribadi yang tahu-tahu dan tiba-tiba sudah berjalan di jalan yang lurus, yang penuh keberkahan, dan yang menghubungkan kehidupan dunia kita dengan keindahan kehidupan kita di surga nanti.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan kita kekasih-kekasih-Nya, yang didahulukan pemenuhan harapan-harapan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan diri dan keluarganya.

Share

PERSONAL POSITIONING : MENJADI PRIBADI YANG DIPERHATIKAN, DIPILIH, DAN DIUTAMAKAN.

PERSONAL POSITIONING : MENJADI PRIBADI YANG DIPERHATIKAN, DIPILIH, DAN DIUTAMAKAN.

Sahabat saya yang hatinya baik,

Apakah Anda pernah merasa terheran-heran melihat orang yang tidak se-mampu dan se-serius kita dalam bekerja – dipilih dan diangkat menduduki jabatan yang lebih baik dan lebih tinggi dari jabatan kita?

Apakah pernah terjadi dalam kehidupan dan karir Anda, di mana orang-orang senior memilih mereka yang tidak berkualitas untuk melakukan hal-hal yang penting, yang seharusnya dipercayakan kepada Anda atau rekan lain yang lebih kompeten?

Atau, apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa ada orang yang tidak se-jujur Anda, mendapat kepercayaan untuk mengelola uang atau kekayaan yang besar?

Masa muda saya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, dan tidak jarang diikuti oleh perilaku agresif saya terhadap mereka yang salah dipercayai dan mereka yang salah mempercayai.

Saya menjadi pemuda yang mengkritik ke sana ke mari mengenai ketidak-tepatan para senior dalam menugaskan anak buah mereka, terutama yang kemudian menjadi atasan saya.

Sampai suatu ketika … saya berupaya mendudukkan diri saya dengan tenang, dan memaksa diri untuk menemukan alasan mengapa orang lain yang lebih didahulukan daripada saya, yang – menurut saya saat itu – lebih mampu, lebih berdedikasi, dan yang lebih jujur.

Beberapa kali saya mendudukkan diri saya dalam tahun-tahun upaya pendewasaan diri ini, … yang lebih sering gagal daripada berhasil tercerahkan, sampai saya menggunakan sudut pandang terbalik dalam mencermati kegelisahan saya mengenai hal ini:

Saya sulit menemukan jawaban bagi pertanyaan:

Mengapa mereka yang lebih diperhatikan daripada saya?

Tetapi, sangat jelas kemudian urutan logika yang harus saya telusuri, saat saya ikhlas bertanya:

Mengapa bukan saya yang diperhatikan?

Karena, pasti ada penjelasan logis bagi diabaikannya diri dan peran saya.

………..

‘Mengapa bukan saya yang diperhatikan’, memaksa diri saya untuk menerima kesimpulan tegas bahwa saya tidak cukup bernilai untuk diperhatikan.

Siapa pun akan merasa terusik kedamaiannya, tetapi akan lebih mudah baginya mencapai ketegasan untuk memperbaiki diri, jika dia bersedia mengulangi kalimat itu dengan suaranya sendiri yang bisa didengar jelas oleh telinganya sendiri;

Saya belum cukup bernilai untuk diperhatikan.

Ulangilah;

Saya belum cukup bernilai untuk diperhatikan.

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Apakah satu-satunya cara untuk naik pangkat, naik kedudukan, atau naik gaji?

Apa …?

Coba sebutkan yang menurut Anda paling penting?

Oh ya …?

Bukan! … bukan prestasi, bukan kompetensi, bukan kesetiaan, dan bukan juga kedekatan.

Yang membuat seseorang itu naik pangkat, naik kedudukan,
atau naik gaji – adalah … d i a n g k a t.

Ya, Anda harus diangkat untuk naik.

Maka mengertilah apa yang menjadikan para senior Anda merasa nyaman untuk mengangkat Anda. Dan perhatikanlah juga, bahwa setiap orang mengangkat seseorang dengan alasan-alasan yang berbeda, dan bisa jadi sangat khusus.

Marilah kita sekarang memilah alasan-alasan utama yang berlaku di semua organisasi, industri, dan budaya yang menjadikan kita diperhatikan, dipilih, dan diutamakan oleh para senior kita.

………..

Selalu ada politik organisasi di organisasi apa pun.

Dan ternyata, …

Tidak ada politik yang lebih kuat daripada hasil.

Yakinilah ini, bahwa

Result is the best politic.

Hasil adalah politik terbaik.

Kita mungkin dikalahkan untuk sementara oleh mereka yang aktif dan tidak malu menyenangkan atasan dengan puja-puji palsu, mungkin kita akan dinomor-akhirkan oleh mereka yang ada hubungan darah dengan pemilik atau direksi, atau oleh mereka yang satu suku atau satu keyakinan;

tetapi jangan pernah lupakan, bahwa

Semua pemimpin hanya akan bisa tetap disebut pemimpin, jika dia menghasilkan.

Dan untuk itu, dia membutuhkan Anda sebagai pribadi yang menghasilkan bagi organisasi yang dipimpinnya, jika tidak segera – akan nanti, tetapi pasti.

Jika Anda menghasilkan, kenaikan Anda dalam nilai dan penghormatan di organisasi – bukan masalah kemungkinan, tetapi hanya masalah waktu.

………..

Dan yang ini penting sekali,

Pribadi yang penting bagi organisasi apa pun adalah pribadi yang menghasilkan.

Tetapi, Anda menjadi yang lebih penting daripada siapa pun yang menghasilkan, jika Anda menjadikan orang lain menghasilkan.

Ini pegangan Anda, bahwa

Yang menjadikan orang lain menghasilkan, akan didudukkan di tempat-tempat yang dihargai tinggi.

………..

Maka, sahabat-sahabat saya yang besar dan indah impian-impiannya,
dan yang sama haknya untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang,

Katakanlah ini seperti Anda mengatakannya kepada adik yang lebih muda:

Tepikanlah kerisauanmu mengenai posisi-posisi rendah dan penghargaan-penghargaan kecil yang belum disematkan dengan adil kepadamu.

Tetaplah bekerja dengan jujur.
Setialah pada proses yang benar.
Selalu tumbuhkanlah kemampuanmu untuk menghasilkan lebih baik dan lebih banyak.
Selalu sertakanlah kesadaran bahwa engkau bekerja untuk melayankan kebaikan kepada pelanggan.
Senangkanlah kolega dan atasan-atasanmu dengan hasil kerja yang berkualitas dan lebih besar daripada yang mereka harapkan.
Tetaplah berlaku rendah hati, karena semua hasilmu adalah atas restu Tuhan.
Tetaplah bersabar dalam masalah dan kesulitan, karena engkau tidak mungkin dimasukkan kedalam suatu masalah yang tidak bisa kau atasi.
Banggakanlah keluarga dengan pendapatan yang baik.
Bahagiakanlah dirimu, keluarga terkasih, dan semua kerabatmu – dengan tetap menjadi pribadi yang mengutamakan kebaikan bagi diri dan semua jiwa yang bersentuhan denganmu.

Dan tetaplah menjadi jiwa yang damai dengan kecemerlangan sinar Tuhan dalam pikiranmu, dengan kasih sayang Tuhan di dalam hatimu, dan dengan keindahan sifat-sifat Tuhan dalam perilakumu.

Dengannya, … bagi mata yang mengerti – dirimu akan berpendar dengan sinar yang terangnya tidak menyilaukan, semburat dengan warna yang tak berbanding di dunia, dan semerbak dengan aroma yang disuling dari bunga dan akar wangi di surga.

Dan engkau akan menyandang sebutan terindah yang bisa disematkan kepada manusia, … engkau sebagai Kekasih Tuhan.

Dan hidupmu akan diperhatikan dan diutamakan, bukan hanya oleh manusia, tetapi oleh semua yang patuh kepada perintah dari langit.

Tuhan akan memerintahkan kehidupan untuk patuh kepada harapan-harapan yang hanya cukup kau gumamkan di hatimu yang penyayang.

Adikku yang hatinya baik,

Janganlah kau ragukan datangnya hari yang indah itu kepadamu. Karena sebetulnya keindahan hidup ini hanya sedang menanti kesungguhanmu untuk mengindahkan dirimu sendiri.

Perhatikanlah, keindahan yang akan kau hidupi bergantung kepada yang kau indahkan.

Dan janganlah pernah kau lupakan ini, bahwa

Jika engkau menyibukkan diri dengan menjadikan dirimu bernilai bagi kebahagiaan sesamamu, kebahagiaanmu menjadi urusan utama Tuhan.

Engkau akan diutamakan.

………..

Sahabat saya yang keberhasilannya penting bagi Tuhan,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahan Super Note di atas dapat menemani kedamaian Anda dalam menikmati keindahan akhir minggu ini bersama keluarga dan kerabat terkasih.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan keikhlasan Anda untuk menjadi pembahagia bagi keluarga dan kerabat, sebagai alasan bagi diturunkannya kekuatan besar yang Anda butuhkan untuk memimpin sebuah kehidupan yang besar dan bernilai.

Sampai kita berjumpa dan berjabat-tangan suatu ketika nanti, dan minum teh atau kopi, dan berbincang mengenai ini dan itu – yang mungkin tidak penting, tetapi dalam persaudaraan dan persahabatan yang indah.

Jika Anda menemukan kebaikan dalam Super Note ini, mohon Anda teruskan kepada saudara dan kerabat yang mungkin membutuhkannya. Dengannya, Anda menjadikan kita – Anda dan saya, sebagai partner dalam kebaikan.

Share

Jadilah Pribadi Yang Kuat Kedamaiannya

Jadilah Pribadi Yang Kuat Kedamaiannya

Sahabat saya yang super,

yang menyandang peran yang besar bagi penyejahteraan dan pembahagiaan keluarga,

Orang yang berlaku tergesa-gesa dalam kemarahan, sering membuat kesalahan seperti orang yang merobek amplop uang dengan uang di dalamnya.

Tetapi seperti kemarahan, semua emosi ekstrem seperti kecintaan, kegembiraan, kesedihan, dan kecemburuan adalah kekuatan yang lebih sering digunakan oleh orang sebagai pelemah dan pengerdil kehidupannya sendiri, daripada sebagai peningkat nilai.

Jika kita mengetahui dan melatih diri dengan sikap dan cara-cara yang tepat untuk menggunakan emosi-emosi ekstrem itu, kita akan memimpin kehidupan pribadi dan kemasyarakatan yang sejahtera, berbahagia, dan yang cemerlang.

Kehidupan ini membutuhkan keuntungan dari penggunaan emosi-emosi ekstrem dalam pribadi yang kuat kedamaiannya.

Marilah kita bersama memimpin pemantapan pribadi dan pembesaran peran pribadi kita masing-masing untuk menjadikan kehadiran kita sebagai rahmat bagi setiap jiwa yang bersentuhan dengan kita.

………..

Sahabat saya yang hatinya baik,

Mudah-mudahan Golden Moment di atas dapat memulai kesungguhan kita untuk lebih berhati-hati dalam mengelola perasaan-perasaan ekstrem kita, agar kita lebih diuntungkan karenanya, dan tidak dimasukkan kedalam kegelisahan berkepanjangan yang merampas hati kita dari pembahagiaan.

Mudah-mudahan Tuhan menguatkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar, dan memudahkan kita untuk menerima pengertian-pengertian kelangitan yang menghubungkan hati kita dengan kedamaian taman-taman di surga.

Mudah-mudahan Tuhan membesarkan rizki bagi Anda dan keluarga tercinta, untuk sekecil-kecilnya kebaikan yang bisa Anda bangun di dalam keluarga dan dalam pergaulan Anda dengan sesama.

Share

APAKAH YANG KAU SEGERAKAN?

APAKAH YANG KAU SEGERAKAN?

………..

Sahabat ku yang kesungguhannya sedang dinantikan oleh kehidupan,

Janganlah engkau membantah yang ini, bahwa

Nilai dari yang kau lakukan, menentukan nilai dari yang kau capai.

Maka pertanyaanku kepadamu, adalah

Apakah yang sedang kau lakukan itu bernilai?

Jika tidak, mengapakah engkau masih bertahan dalam melakukannya?

Apakah yang kau segerakan adalah yang akan menyegerakan kebahagiaan mu?

Jika tidak, mengapakah engkau mengeluhkan kelambatan hidup mu?

Apakah yang kau pertahankan saat ini adalah kesejahteraan yang harus kau pelihara?

Jika engkau tidak sejahtera, mengapakah engkau mempertahankan tempat dan cara-cara yang tidak menyejahterakan mu?

Apakah pendapat yang kau bela mati-matian itu adalah mesin penghasil kehebatan hidup mu?

Jika engkau harus berbicara tinggi untuk menutupi kerendahan kebanggaan mu terhadap dirimu sendiri, mengapakah engkau mempertahankan pendapat yang tidak menghebatkan mu?

Sekarang,
Janganlah engkau menjauh dari ku.

Ke sinilah engkau.
Dekat-dekatlah sini.

Janganlah kau patuhi kebiasaan mu yang selama ini menjauhkan mu dari nasehat-nasehat baik.

Jika engkau merasa gelisah karena mendengar yang baik, engkau harus mengakui bahwa yang tidak baik telah lebih kuat menjadi tuan rumah di hati baik mu.

Sahabat ku yang aku kasihi,

Ketahuilah bahwa engkau adalah kekasih Tuhan.

Tuhan sangat mencintai mu.
Bukankah sebetulnya hati mu mengetahui hal ini?

Tetapi mungkin kesulitan dalam hidup mu telah mendorong mu untuk mempertanyakan kasih sayang Tuhan.
Meskipun sebetulnya engkau tahu, bahwa engkau adalah pemeran utama dalam penyulitan hidup mu sendiri.

Engkau memperhatikan-Nya atau tidak, Tuhan tetap memperhatikan mu.
Engkau meminta atau tidak, Tuhan tetap memberi mu.

Tetapi ini yang harus kau ingat, bahwa

Jika engkau ingin Tuhan melebihkan perhatian-Nya kepada mu, lebihkanlah perhatian mu kepada-Nya.

Jika engkau ingin Tuhan melebihkan pemberian-Nya kepada mu, lebihkanlah alasan bagi kelebihan penerimaan mu.

Dan,

Jika engkau ingin Tuhan melayani mu, layanilah sesama mu.

Engkau yang hatinya baik,

Jadikanlah ini pegangan mu,
karena sesama adalah semua ciptaan Tuhan, maka:

Melayani sesama adalah satu-satunya cara melayani Tuhan.

Maka sebelum aku meninggalkan mu untuk menyegerakan semua kecintaan ku,
agar engkau menyegerakan kebaikan yang telah merindukan keceriaan mu,
ini yang aku pesankan kepada mu untuk kau lakukan hari ini:

Bersegeralah untuk memperbarui perasaan mu dengan kegembiraan.

Bersegeralah untuk mentenagai gerakan mu dengan kecepatan yang terukur.

Bersegeralah untuk merupawankan wajah mu dengan senyum.

Bersegeralah untuk memperindah tutur kata mu dengan keramahan.

Bersegeralah untuk menganggunkan perilaku mu dengan kesantunan.

Dan,

Bersegeralah untuk mengutuhkan semua yang kau lakukan dengan doa.

Lalu,
dalam damai hati mu,
perhatikan apa yang terjadi.

Sesungguhnya yang segera menjadi kualitas hidup mu, adalah yang kau segerakan.

Maka pertanyaan ku di akhir minggu ini untuk mu, adalah:

Apakah yang kau segerakan?

…….

Sahabat saya yang baik hatinya,

Mudah-mudahan bagian kedua dari Super Note di atas, dapat berlaku ramah dalam menemani Anda di akhir dari ‘easy Sunday’ ini, dan menyiapkan diri Anda bagi kerja yang super di hari Senin besok.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan kerja keras Anda, sebagai alasan untuk segera menurunkan jawaban bagi semua doa dan harapan Anda, agar Anda dan keluarga tercinta disejahterakan dan dibebaskan dari semua hal yang membatasi kemampuan Anda untuk membahagiakan keluarga.

From Mario Teguh Super Note

visit IPB

Share

Bahasa Kontribusi

Share

Be A Good Governance

Share

Hello world!

Welcome to Lembaga Kemahasiswaan IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Share