DEWAN PILAR PERADABAN

DPM FEM IPB 2016/2017

MEMINTA BANYAK, TETAPI MEMANTASKAN DIRI BAGI YANG SEDIKIT.

MEMINTA BANYAK, TETAPI MEMANTASKAN DIRI BAGI YANG SEDIKIT.

………..

“Anda tidak mungkin berbahagia,
jika Anda berdoa untuk menerima yang banyak,
tetapi hidup dengan sikap yang memantaskan diri
bagi penghargaan dan bayaran kecil.”

………..

Sahabat saya yang besar impian-impiannya,

Jika Anda mendapati seseorang mengeluhkan rendahnya penghargaan dan bayaran di tempat kerja, yang dipilihnya karena menjanjikan uang pensiun baginya saat dia tua nanti, katakanlah ini kepadanya, seperti Anda sedang menasehati adik yang belum jernih pandangannya mengenai masa depannya sendiri.

“Adikku yang kebahagiaannya adalah tujuan dari pekerjaanku,

Ijinkanlah aku menanyakan ini kepadamu, dan mudah-mudahan dalam upayamu menjawabnya, engkau menemukan jawaban bagi keluhan-keluhanmu selama ini:

Tetapi …,

mengapakah engkau sekarang mengeluhkan kecilnya gajimu dan tak jelasnya masa depanmu di pekerjaan yang kau impikan pensiunnya ini?

Apakah engkau tidak melihat, bahwa harapanmu untuk bergaji apa pun, asal dapat pensiun itu, sudah disepakati oleh Tuhan?

Bukankah engkau yang menginginkan pekerjaan ini, karena engkau tergiur oleh uang pensiun yang akan kau tunggu dalam antrian yang penuh kantuk, mungkin 25 tahun mendatang?

Mengapakah engkau yang masih muda dan bugar
berlomba-lomba untuk bekerja memantaskan diri bagi uang pensiun yang kecil, saat engkau membutuhkan biaya besar bagi perawatan kesehatan dan penyembuhan penyakit-penyakitmu,
saat engkau menjadi pensiunan yang tua?

Apakah yang membuatmu ikhlas berpendapatan kecil, untuk janji bagi uang pensiun yang tidak besar itu, jauuuuuuuh di masa depanmu nanti?

Mengapakah engkau tidak menggunakan kebugaran dan keuletan masa mudamu untuk bekerja keras di tempat-tempat yang menghargai dan membayarmu lebih besar, dan menabung kelebihan pendapatanmu untuk pensiun se-muda mungkin dengan anggun, dan mampu membiayai pemenuhan kehidupanmu dengan selera-selera yang lebih baik?

Mengapakah engkau yang masih muda dan belia berlomba-lomba untuk bekerja memantaskan diri bagi uang pensiun yang kecil?

Apakah jika kehidupanmu bisa di-fast-forward, dimajukan dengan cepat, apakah engkau memilih untuk melewati saja masa mudamu, dan langsung saja menjadi orang tua yang berbinar-binar menantikan tanggal-tanggal kau menerima uang pensiunmu?

Adikku yang jernih pikirannya, dan yang bening hatinya,

Mengapakah aku berbicara kepadamu seperti aku yang ketakutan untuk hidup di dalam kehidupanmu?

Tetapi …,

Mengapakah engkau demikian santai memilihkan jalan hidup yang nanti akan kau keluhkan sepanjang hidupmu?

Ketahuilah ini,

Mereka yang bekerja di tempatmu itu adalah mereka yang tidak menghitung penghargaan dan bayaran yang akan mereka terima.

Mereka bekerja dengan ikhlas untuk kebaikan jiwa-jiwa yang mereka layani.

Sehingga pesan lugas-ku untukmu,

Jika sulit bagimu untuk ikhlas dengan imbalan yang kau terima, lakukanlah sesuatu yang menjadikanmu pantas bagi imbalan yang sesuai dengan keperluanmu untuk membiayai kehidupan yang sesuai dengan selera baik-mu.

Jika engkau tidak memiliki ketegasan untuk itu, damaikanlah dirimu dalam pilihanmu itu … sepanjang hidupmu.”

………..

Share

1 Comment

  1. Websitenya kok uda gak update lagi ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*