Jum’at, 19 Desember 2014 DPM FEM IPB menyelenggarakan Sidang Istimewa yang terdiri dari 3 agenda sidang. Sidang ini merupakan sidang pertama yang diselenggarakan DPM FEM periode 2014/2015. Dalam sidang ini yang menjadi presidium 1 adalah Muhammad Hafidh selaku ketua DPM FEM periode 2014/2015.

Palu diketuk tiga kali artinya sidang resmi dibuka.

Pleno pertama yaitu pelantikan Faris Muhammad sebagai anggota DPM FEM IPB periode 2014/2015. Faris baru bisa dilantik sekarang karena, saat pelantikan bersama di Sidang Umum 2 tanggal 11 Desember 2014 yang lalu, Faris masih berstatus sebagai anggota DPM TPB periode 2013/2014. Hal ini untuk menghindari rangkap jabatan yang akan menjadi masalah di kemudian hari.

Pleno kedua yaitu pembubaran SES-C dari Lembaga Struktural FEM IPB. Alasan kenapa SES-C dibubarkan dari LS, karena perubahan atau peningkatan status LS tersebut dari LS yang berada di bawah naungan BEM FEM menjadi LK yang berada di bawah naungan DPM FEM. Hal ini berdasarkan SURAT KETETAPAN No. 000/TAP SI/DPM-H IPB/V/2014 pasal 5 ayat 3 Tentang Mekanisme Pembentukan atau Pembubaran Himpunan Profesi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor2014/2015.

Pleno ketiga merupakan pleno yang sangat ditunggu-tunggu yaitu penetapan SES-C sebagai Himpunan Profesi Mahasiswa Ekonomi syariah. Setelah menghadapi perdebatan yang sangat panjang mengenai AD/ART, kepengurusan dan keanggotaan serta open recruitment yang baru saja ditutup, SES-C ingin merubah statusnya dari LS menjadi LK, yaitu sebagai HIMPRO pada prodi Ekonomi Syariah FEM IPB. Berdasarkan Surat Ketetapan DPM No 004/TAP/DPM-H/XII/2014 akhirnya SES-C resmi ditetapkan sebagai Himpunan Profesi dengan pendampingan panitia kerja yang dibentuk DPM FEM IPB dalam revisi AD/ ART. Hal ini dilakukan mengingat AD/ART SES-C masih belum jelas perihal status dan proporsi keanggotan dari Departemen di luar Ekonomi Syariah yang menjadi pengurus SES-C.

Share