DEWAN PILAR PERADABAN

DPM FEM IPB 2016/2017

Month: January 2015

Hasil Sidang Istimewa DPM FEM IPB mengenai Produk Hukum LK FEM IPB

PRESS RELEASE SIDANG ISTIMEWA DPM FEM IPB II

“Produk Hukum LK FEM IPB” 

1421144395461

Selasa, 13 Januari 2015, DPM FEM IPB menyelenggarakan Sidang Istimewa yang membahas mengenai Produk Hukum LK FEM IPB. Produk hukum tersebut dibahas dalam empat agenda sidang, yaitu pembahasan AD/ART, pembahasan GBHK, pembahasan Tata Kerja, dan pembahasan SPPK FEM IPB. Sidang ini berlangsung di RK IKK 1.02 mulai pukul 17.00-selesai yang dipimpin oleh Muhammad Hafidh selaku ketua DPM FEM IPB 2014-2015. Sedangkan yang menjadi presidium adalah Adelia Oktarina dan Adli Dzil Ikram.

Palu diketuk tiga kali artinya sidang resmi dibuka.

Agenda sidang pertama, yaitu pembahasan AD/ART LK FEM IPB. Pansus pada produk hukum ini adalah Bahrul, Adli, Luthfa, Adelia, Andes, dan Mulya. AD/ART LK FEM IPB ditetapkan tanpa ada pembahasan dikarenakan tidak adanya perubahan AD/ART dari tahun lalu dan hanya diganti periodenya saja.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda sidang kedua, yaitu pembahasan GBHK LK FEM IPB. Pansus pada produk hukum ini adalah Zay, Sonef, Daffa, Arifah, dan Yusi. Hal yang menjadi revisi dari GBHK tahun lalu adalah pada haluan kerja BEM FEM IPB. Saat ini, haluan kerja BEM FEM IPB dibuat lebih spesifik (per bidang yang ada di BEM FEM IPB), yaitu haluan kerja PPSDM, haluan kerja Sospol, haluan kerja BOS, dan haluan kerja MHE. Penentuan haluan kerja BEM FEM IPB ini berdasarkan atas apa yang telah dilakukan BEM FEM IPB dan harapan-harapan dari DPM FEM IPB dan mahasiswa FEM lainnya. Beberapa perubahan dan penambahan redaksi pada GBHK ini terletak pada pasal 6 dan pasal 7. Pada pasal 6 (2) poin C mengenai haluan kerja PPSDM ditambah redaksinya menjadi “Peningkatan kemampuan mahasiswa FEM di bidang leadership, entrerpreunership, komunikasi, kesusastraan dan manajerial.” Sedangkan pada pasal 7 (1) poin E mengenai haluan kerja HIMPRO ditambah redaksinya menjadi “Program kerja yang terintegrasi antar departemen, divisi atau biro.” Untuk pasal 7 (4) poin B, kata-kata anggota HIMPRO diganti menjadi pengurus HIMPRO. Bagaimana dengan haluan kerja Lembaga Struktural? LS FEM IPB sampai saat ini masih berada di bawah bidang PPSDM, khususnya PSDM. Sehingga, haluan kerja LS FEM IPB mengikuti haluan kerja PPSDM.

Sidang diskorsing hingga pukul 18.45 WIB.

Agenda sidang dilanjutkan dengan pembahasan Tata Kerja LK FEM IPB. Pansus pada produk  hukum ini adalah Faris, Abu, Rininta, Dewi, Ukhti, dan Meti. Hal yang menjadi revisi dari tahun lalu yaitu pada tugas dan wewenang biro internal dan rapat pimpinan DPM FEM IPB. Tugas dan wewenang biro internal DPM FEM IPB berada pada Bab II Pasal 5 (7) poin B diganti redaksinya menjadi “Menjalankan aktivitas pengarsipan, kesekertariatan, dan inventarisasi DPM FEM IPB” dengan menghilangkan media informasi dan komunikasi yang sudah menjadi program kerja DPM FEM IPB yang dipertanggungjawabkan oleh Komisi 4 DPM FEM IPB. Selain itu pada pasal 7 ini menghilangkan poin D dikarenakan tidak sesuai dengan tugas dan wewenang biro internal DPM FEM IPB. Pada pasal 8 (2) mengenai rapat pimpinan DPM FEM IPB ditambahkan poin baru sehingga tidak bias dalam redaksinya. Hal yang menjadi landasan dalam tata kerja ini adalah amandemen UUD KM IPB 2011, GBHO KM IPB, dan AD/ART FEM IPB. Perubahan redaksi pada pasal 5 (2) poin b mengenai wewenang DPM FEM IPB menjadi “Mengatur pelaksanaan memorandum.” Perubahan redaksi juga diusulkan pada pasal 12 (1) mengenai status keanggotan DPM FEM IPB dan pada pasal 17 (2) mengenai pengawasan keuangan.

Agenda sidang berikutnya adalah pembahasan SPPK LK FEM IPB. Pansus pada produk hukum ini adalah Fathan, Isti, Fansa, Restu, Heti, dan Vani. Pada SPPK untuk tahun ini tidak ada revisi dari tahun lalu namun ada penambahan pada penilaian kuantitatif. Namun, dikarenakan jumlah mahasiswa umum yang hadir dan dianggap penting untuk mengetahui hasil SPPK ini sedikit, maka Sidang Istimewa akan diskorsing dan dilanjutkan kembali pada minggu pertama perkuliahan.

 

Keterangan :

AD/ART = Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga

GBHK = Garis-garis Besar Haluan Kerja

SPPK = Standar Penilaian Program Kerja

Pansus = Panitia Khusus

IMG-20150113-WA0002

 – DEWAN SUPREMASI –

 

Share

HASIL PEMILIHAN RAYA FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN TAHUN 2014

Tulisan ini sengaja kami buat untuk menginformasikan kepada seluruh Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Intitut Pertanian Bogor (FEM IPB) terkait hasil PEMIRA FEM Tahun 2014 dalam rangka memilih Ketua dan Wakil Ketua BEM FEM IPB periode 2014-2015. Kaitannya dengan hasil PEMIRA FEM yang telah dilaksanakan pada Hari Kamis, 13 November 2014 dengan tiga TPS yang

disediakan untuk memfasilitasi Mahasiswa FEM untuk menggunakan hak suaranya yaitu TPS 1 yang letaknya di atas Gudang Buku dengan DPT dari seluruh mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Departemen Agribisnis dengan jumlah DPT sebesar 910 Suara, TPS 2 terletak di Koridor Pinus dengan DPT dari seluruh mahasiswa Departemen Manajemen dan Departemen Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan dengan jumlah DPT sebesar 785 Suara, kemudian TPS tiga sebesar 530 Suara yang kami buka di kampus Baranangsiang dalam rangka memfasilitasi Mahasiswa FEM yang ada di sana yaitu Ekstensi Manajemen dan Ekstensi Agribisnis. dari ketiga TPS yang ada jumlah DPT yang menggunakan hak suaranya sebanyak 1040 Suara dari total keseluruhan DPT sebanyak 2225 atau hanya sebesar 46,7% dari jumlah DPT yang menggunakan hak suaranya.

Sesuai dengan Surat Ketetapan Komisi Pemilihan Raya Wilayah

Fakultas Ekonomi dan Manjemen (KPRW FEM) dengan bunyi redaksij sebagai berikut “ Mekanisme Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEM IPB akan diserahkan kembali kepada DPM FEM IPB apabila: a) Jumlah Pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya , sama dengan atau lebih dari 50% jumlah DPT. b) apabila hasil pemungutan suara yang menyatakan iya, tidak lebih dari 50% jumlah DPT yang memberikan hak suaranya.” Sehingga dalam hal ini jelas terlihat bahwa hasil PEMIRA FEM tahun ini tidak memenuhi ketentuan Pasal 6 poin (a) SK KPRW FEM karena dalam hal ini jumlah DPT yang tidak menggunakan hak suaranya sebesar 53,3%. Kaitannya dengan hasil ini maka beberapa jam setelah TPS ditutup dan mengetahui bahwa jumlah DPT yang tidak menggunakan hak suaranya lebih dari 50% maka perangkat PEMIRA (KPRW, PPRW, dan P3W) selaku aktor dalam penyelenggaraan PEMIRA FEM tidak melakukan proses perhitungan suara, kotak suara yang sudah tersegel selanjutnya diserahkan ke DPM untuk diambil alih. Tidak lama setelah itu DPM FEM langsung melakukan Rapat Pleno DPM FEM untuk mengambil alih PEMIRA FEM Tahun ini. Hasil Pleno DPM FEM kaitannya dengan pengambilalihan PEMIRA FEM Tahun 2014 menghasilkan keputusan bahwa untuk PEMIRA FEM diambil alih oleh DPM FEM dan kemudian menyepakati untuk melakukan proses perhitungan suara meskipun DPT yang menggunakan hak suaranya kurang dari 50%, kemudian untuk hasil perhitungan ini yang akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambialan keputusan yang akan diputuskan di rapat pleno DPM FEM selanjutnya yang selambat-lambatnya akan dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 17 November 2014.

Hasil perhitungan surat suara yang dilakukan oleh DPM dengan dibantu oleh perangkat PEMIRA FEM menghsilkan sebuah angka dimana dari total DPT yang menggunakan hak suaranya yaitu sebanyak 1040 surat suara didapatkan hasil bahwa suara YES sebanyak 872 surat suara (83,8%), NO sebanyak 132 surat suara (12,7%), TIDAK SAH sebanyak 28 surat suara (2,6%), dan ABSTAIN sebanyak 7 surat suara(0,6%), dan ada 3 surat suara belum dihitung karena terbawa di kotak suara pusat (KM). Sesuai yang sudah dijelaskan di atas, hasil perhitungan ini yang kemudian akan menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan selanjutnya untuk Pasangan Calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua BEM FEM IPB Periode 2014-2015 Imam Prakasa (ESL49) dan Khalifardhi Ikhsan (AGB49) yang juga secara tidak langsung akan mempengaruhi nasib BEM FEM periode selanjutnya.

DPM FEM selaku Lembaga Kemahasiswaan tertinggi di FEM yang mempunyai tanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan proses PEMIRA FEM Tahun 2014 harus mengakui bahwa terjadi penurunan dalam proses PEMIRA FEM tahun ini, dilihat dari indikator jumlah DPT yang menggunakan hak suaranya. Sehingga kaitannya dengan hal ini kami mengajak seluruh pihak khususnya Mahasiswa FEM untuk kembali bisa berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan di lingkup tataran Lembaga Kemahasiswaan di FEM. DPM FEM juga mengharap kritik dan saran yang membangun untuk kebaikan dan perbaikan penyelenggaraan PEMIRA FEM di tahun mendatang.

Terima kasih,

Salam Dahsyat untuk seluruh keluarga Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Share